Guru Sebagai Suri Tauladan SMP N I Cilawu Garut Budayakan Guru Salami Siswa



GARUT - Budaya sikap untuk saling menghormati nampaknya sudah mulai tergerus oleh budaya asing yang tidak sesuai dengan budaya yang dijunjung warga dan bangsa Indonesia. Hal ini terlihat dari prilaku anak-anak terhadap orang yang lebih dewasa, maupun orang dewasa terhadap orang yang lebih muda.
Untuk mengantisipasi hal itu, pihak SMPN I Cilawu Kabupaten Garut membuat terobosan dalam hal menjaga prilaku, adat istiadat serta budaya bangsa dalam hal sikap saling menghormati. Terobosan yang dipelopori langsung oleh Kepala Sekolah SMPN I Cilawu, Rd Yusuf Satria Gautama yakni dengan membuat program salam sapa dari guru terhadap siswa setiap hari, disaat siswa masuk ke lingkungan sekolah.
“Ya, program ini saya buat dengan tujuan menjaga sikap bangsa yang memiliki nilai kesopanan. Bangsa yang kita jaga, akan menjadi daerah yang maju dan berwibawa, tatkala mampu mempertahankan ada istiadat serta budaya yang didasari dengan nilai-nilai kegamaan. Sopan santun dari siswa kepada guru merupakan kewajiban, sebagai bentuk penghormatan dari anak didik terhadap pengajarnya,” demikian disebutkan kepsek SMPN I Cilawu, Rd Yusuf Satria Gautama kepada Tabloid Intan, pekan lalu.
Dalam program ini, memang bukan siswa yang diwajibkan memberi salam terlebih dahulu kepada guru, namun guru yang harus lebih dulu memberi salam terhadap semua siswanya. Ini dilakukan dengan tujuan, guru sebagai teladan bisa menjadi panutan semua siswanya. “Ada peribahasa yang berkembang saat ini, kalau mau kita dihormati, maka hormati dulu orang lain. Hal ini juga yang kadang disalahartikan oleh sebagian siswa, mereka akan menghormati orang lain, kalau dirinya terlebih dahulu dihormati,” ujar Yusuf.
Menurut Yusuf, apabila pemahaman ini terus berkembang di kalangan siswa, maka apa yang akan terjadi di lingkungan masyarakat. Hal negatif yang muncul diantaranya, akan berkembang sikap egois, sikap ingin menang sendiri. Untuk itu, guru sebagai suri tauladan akan memberikan contoh kepada semua siswa, agar siswa ini bisa menerapkan sikap menghormati, terutama kepada orang yang lebih tua dan umumnya kepada setiap orang.
“Tidak ada salahnya guru memberikan salam terlebih dahulu kepada siswa. Selain memberi contoh yang baik, kedepannya siswa akan terbiasa untuk menerapkannya di lingkungan keluarga dan masyarakat,” katanya.
Saat ini, SMPN I Cilawu memiliki segudang prestasi yang membanggakan, namun demikian sang mentor ini nampaknya tidak pernah merasa puas dengan keberhasilan yang sudah diraih sebelumnya. Melalui penerapan guru memberi salam terhadap siswanya ini diharapkan, siswa-siswi SMP N I Cilawu bukan hanya berprestasi, tetapi memiliki etika dan moral yang baik,” harap Yusuf.
Saat ini SMPN I Cilawu Garut memiliki 54 tenaga pengajar yang terdiri dari 34 PNS dan  10 tenaga honor. Dari 27 rombongan belajar (rombel) terdiri dari 1000 siswa lebih. Di sini juga terdapat satu kelas untuk sekolah terbuka. Sedangkan beberapa prestasi yang telah mengharumkan SMP N I Cilawu terdiri dari prestasi melalui kegiatan 02SN dan FLS2N Beberapa prstasi unggulan seperti sains, rampak gendang, lomba jaipong, bola voli sebagai unggulan.
Dengan mengusung Visi Berkarakter, Bersih dan Berprestasi, SMPN I Cilawu memiliki tempat yang nyaman dan asri. Sehingga setiap orang yang datang ke sekolah ini akan merasa nyaman. Kedepan, pihak sekolah juga akan membuat hutan sekolah. “Kami akan memanfaatkan lahan yang ada di belakang sekolah untuk dibuat hutan sekolah. Tujuan dibuatnya hutan sekolah, agar siswa-siswi kami bisa menjaga dan menyayangi mahluk hidup di sekitarnya. Bukan hanya manusia dan hewan, tumbuhan pun bagian dari mahluk hidup yang harus mendapat perhatian,” ungkapnya. (Asep Ahmad)       

Comments